Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

13. Al-Muṣawwir

  Al-Muṣawwir (ٱلْمُصَوِّرُ) adalah Allah Yang memberi bentuk, rupa, susunan, dan keindahan pada setiap makhluk setelah diciptakan dan diwujudkan. Tidak ada satu pun makhluk yang bentuknya kebetulan; semuanya: tepat sesuai fungsinya, indah menurut hikmah-Nya, dan unik satu sama lain. Beriman kepada Al-Muṣawwir berarti meyakini dan merasakan bahwa setiap bentuk ciptaan Allah mengandung hikmah, keindahan, dan tujuan . Penjelasan Maksud Setiap Poin a. Meningkatkan rasa syukur Maksudnya, ketika seseorang menyadari bahwa: tubuhnya terbentuk dengan sangat detail, setiap anggota memiliki fungsi yang tepat, maka ia akan bersyukur, bukan mengeluh terhadap bentuk fisiknya . Syukur ini adalah pengakuan bahwa bentuk diri kita adalah pilihan terbaik dari Allah . b. Menyadarkan keunikan setiap makhluk Nama Al-Muṣawwir mengajarkan bahwa: tidak ada dua makhluk yang benar-benar sama, perbedaan adalah kehendak Allah, bukan kesalahan. Karena itu, iman kepada A...

12. Al-Bāri’

  Al-Bāri’ adalah Allah Yang mewujudkan ciptaan dari ketiadaan dan menjadikannya sesuai dengan ketetapan-Nya tanpa cacat . Beriman kepada nama ini bukan sekadar mengetahui artinya, tetapi menghadirkannya dalam sikap hidup, akhlak, dan cara memandang diri serta alam . Teks ini menjelaskan bahwa iman kepada Al-Bāri’ harus melahirkan kesadaran, tanggung jawab, dan perilaku nyata . Penjelasan Maksud Setiap Poin a. Meningkatkan rasa syukur Maksudnya, ketika seseorang menyadari bahwa tubuh dan alam diciptakan Allah dengan sangat sempurna , ia tidak akan mudah mengeluh. Kesempurnaan organ tubuh, akal, dan kehidupan adalah bukti nyata rahmat Al-Bāri’ , sehingga sikap yang benar adalah bersyukur, bukan sombong atau kufur nikmat . b. Menghargai kehidupan dan alam Karena alam diciptakan Allah dengan keteraturan dan keseimbangan , maka merusaknya berarti menentang hikmah penciptaan Allah . Iman kepada Al-Bāri’ mendorong seseorang: tidak merusak lingkungan, tidak menyakiti ma...

11. Al-Khāliq

  1. Makna Al-Khāliq, Al-Bāri’, dan Al-Muṣawwir a. Al-Khāliq (ٱلْخَالِقُ) Al-Khāliq bermakna Allah yang menetapkan dan menentukan penciptaan . Artinya, sebelum sesuatu ada , Allah telah menentukannya sejak azali: kapan diciptakan, bagaimana keadaannya, apa fungsinya, dan bagaimana akhirnya. 👉 Jadi, Al-Khāliq berkaitan dengan kehendak (irādah) dan ketetapan Allah sebelum penciptaan terjadi. b. Al-Bāri’ (ٱلْبَارِئُ) Al-Bāri’ bermakna Allah yang mewujudkan ciptaan sesuai dengan ketetapan-Nya . Jika Al-Khāliq adalah penentuan dan perencanaan , maka Al-Bāri’ adalah realisasi dan pengadaan dari ketiadaan . 👉 Nama ini menunjukkan kekuasaan Allah dalam mewujudkan makhluk secara nyata , sesuai rencana-Nya. c. Al-Muṣawwir (ٱلْمُصَوِّرُ) Al-Muṣawwir bermakna Allah yang memberi bentuk, rupa, susunan, dan keindahan . Setelah makhluk diwujudkan, Allah: menyusun anggota tubuhnya, memberi bentuk yang paling sesuai, dan menjadikannya sempurna menurut hikmah-Nya. ...