Postingan

13. Al-Muṣawwir

  Al-Muṣawwir (ٱلْمُصَوِّرُ) adalah Allah Yang memberi bentuk, rupa, susunan, dan keindahan pada setiap makhluk setelah diciptakan dan diwujudkan. Tidak ada satu pun makhluk yang bentuknya kebetulan; semuanya: tepat sesuai fungsinya, indah menurut hikmah-Nya, dan unik satu sama lain. Beriman kepada Al-Muṣawwir berarti meyakini dan merasakan bahwa setiap bentuk ciptaan Allah mengandung hikmah, keindahan, dan tujuan . Penjelasan Maksud Setiap Poin a. Meningkatkan rasa syukur Maksudnya, ketika seseorang menyadari bahwa: tubuhnya terbentuk dengan sangat detail, setiap anggota memiliki fungsi yang tepat, maka ia akan bersyukur, bukan mengeluh terhadap bentuk fisiknya . Syukur ini adalah pengakuan bahwa bentuk diri kita adalah pilihan terbaik dari Allah . b. Menyadarkan keunikan setiap makhluk Nama Al-Muṣawwir mengajarkan bahwa: tidak ada dua makhluk yang benar-benar sama, perbedaan adalah kehendak Allah, bukan kesalahan. Karena itu, iman kepada A...

12. Al-Bāri’

  Al-Bāri’ adalah Allah Yang mewujudkan ciptaan dari ketiadaan dan menjadikannya sesuai dengan ketetapan-Nya tanpa cacat . Beriman kepada nama ini bukan sekadar mengetahui artinya, tetapi menghadirkannya dalam sikap hidup, akhlak, dan cara memandang diri serta alam . Teks ini menjelaskan bahwa iman kepada Al-Bāri’ harus melahirkan kesadaran, tanggung jawab, dan perilaku nyata . Penjelasan Maksud Setiap Poin a. Meningkatkan rasa syukur Maksudnya, ketika seseorang menyadari bahwa tubuh dan alam diciptakan Allah dengan sangat sempurna , ia tidak akan mudah mengeluh. Kesempurnaan organ tubuh, akal, dan kehidupan adalah bukti nyata rahmat Al-Bāri’ , sehingga sikap yang benar adalah bersyukur, bukan sombong atau kufur nikmat . b. Menghargai kehidupan dan alam Karena alam diciptakan Allah dengan keteraturan dan keseimbangan , maka merusaknya berarti menentang hikmah penciptaan Allah . Iman kepada Al-Bāri’ mendorong seseorang: tidak merusak lingkungan, tidak menyakiti ma...

11. Al-Khāliq

  1. Makna Al-Khāliq, Al-Bāri’, dan Al-Muṣawwir a. Al-Khāliq (ٱلْخَالِقُ) Al-Khāliq bermakna Allah yang menetapkan dan menentukan penciptaan . Artinya, sebelum sesuatu ada , Allah telah menentukannya sejak azali: kapan diciptakan, bagaimana keadaannya, apa fungsinya, dan bagaimana akhirnya. 👉 Jadi, Al-Khāliq berkaitan dengan kehendak (irādah) dan ketetapan Allah sebelum penciptaan terjadi. b. Al-Bāri’ (ٱلْبَارِئُ) Al-Bāri’ bermakna Allah yang mewujudkan ciptaan sesuai dengan ketetapan-Nya . Jika Al-Khāliq adalah penentuan dan perencanaan , maka Al-Bāri’ adalah realisasi dan pengadaan dari ketiadaan . 👉 Nama ini menunjukkan kekuasaan Allah dalam mewujudkan makhluk secara nyata , sesuai rencana-Nya. c. Al-Muṣawwir (ٱلْمُصَوِّرُ) Al-Muṣawwir bermakna Allah yang memberi bentuk, rupa, susunan, dan keindahan . Setelah makhluk diwujudkan, Allah: menyusun anggota tubuhnya, memberi bentuk yang paling sesuai, dan menjadikannya sempurna menurut hikmah-Nya. ...

2 Al-Rahim (الرحيم) – Maha Penyayang

  4.2 Al-Rahim ( الرحيم ) – Maha Penyayang   1. Pengertian Ar-Rahim Nama Ar-Rahim adalah salah satu dari Asmaul Husna, yang menggambarkan Allah sebagai Zat yang Maha Penyayang. Nama ini berasal dari kata dasar raḥma ( رحمة ), yang berarti kasih sayang, kelembutan, dan belas kasih. Dalam bahasa Arab, Ar-Rahim menekankan sifat Allah yang memberikan rahmat dan kasih sayang yang khusus kepada makhluk-Nya, terutama kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Jika nama Ar-Rahman menggambarkan kasih sayang Allah yang universal untuk semua makhluk, maka Ar-Rahim menggambarkan kasih sayang Allah yang lebih spesifik, yang diberikan kepada orang-orang beriman, baik di dunia maupun di akhirat. Ar-Rahim juga menunjukkan sifat kasih sayang Allah yang berkesinambungan dan kekal. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:   قُلِ ٱدْعُوا ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا ٱلرَّحْمَـٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ   “Katakanlah: ‘Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Denga...

1. Al-Rahman (الرحمن) – Maha Pengasih

  Bab 4 Asmaul Husna dan Implikasi Pendidikan Karakter Islami   4.1 Al-Rahman ( الرحمن ) – Maha Pengasih 1. Pengertian Ar-Rahman Nama Allah Ar-Rahman berasal dari akar kata rahmah dalam bahasa Arab yang berarti kasih sayang atau belas kasih. Ar-Rahman menggambarkan Allah sebagai Zat yang Maha Pengasih dengan kasih sayang yang meliputi segala sesuatu, tanpa batasan atau perbedaan. Sifat Ar-Rahman menunjukkan kasih sayang Allah yang universal, yang mencakup seluruh makhluk-Nya, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Kasih sayang Ar-Rahman adalah bentuk rahmat yang begitu besar dan tidak terbatas, yang diberikan Allah kepada semua makhluk tanpa pandang bulu. Inilah sifat kasih sayang yang mendalam, di mana segala sesuatu di dunia ini berjalan atas rahmat-Nya, dan kehidupan ini terus berlanjut dengan segala kebaikan dan nikmat yang Dia berikan. Allah menyebutkan dalam Al-Qur'an, رَبُّكَ هُوَ ٱلرَّحْمَـٰنُ "Tuhanmu ad...

35.Asy-Syakuur

  1. Pengertian Nama Asy-Syakuur Asy-Syakuur ( الشكور ) adalah salah satu dari Asmaul Husna yang berarti Yang Maha Mensyukuri. Nama ini menunjukkan sifat Allah yang sangat menghargai dan menerima amal perbuatan hamba-Nya.Asy-Syakuur menggambarkan betapa Allah tidak hanya mengakui amal baik yang dilakukan oleh hamba-Nya, tetapi juga memberikan balasan yang berlipat ganda atas setiap kebaikan yang mereka lakukan. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman: “Dan Allah Maha Mensyukuri dan Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 158) “Sesungguhnya, Allah tidak akan menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Imran: 145) Pengertian namaAsy-Syakuur mengajarkan kita tentang pentingnya sikap syukur, baik dalam konteks hubungan kita dengan Allah maupun dalam hubungan kita dengan sesama manusia.   2. Hikmah dari Nama Allah Asy-Syakuur " Asy-Syakur berarti Allah yang memberikan balasan dengan derajat yang sangat tinggi atas sedikit ketaatan yang dilakukan oleh hamba-ha...